غرس القيم الدينية والتربوية وبناء الإنسان

[email protected]

المدونة

Screenshot 2023-05-27 075938

Seni mendidik anak-anak

Screenshot 2023-05-27 075938

المدونه

Screenshot 2023-05-27 075938

Seni mendidik anak-anak

Screenshot 2023-05-27 075938
فن تربية الأطفال

Banyak orang tua menganggap anak-anak mereka terlalu kecil dan tidak penting untuk meminta maaf ketika mereka melakukan kesalahan terhadap mereka. Sebagai contoh, saya pernah melihat seorang ibu yang menemukan mainan yang tidak dimiliki anaknya, dan dengan marah mengatakan kepadanya bahwa dia adalah pencuri dan bahwa dia telah berbicara dengannya sebelumnya tentang masalah ini. Faktanya, anak itu mengambil mainan dari temannya dengan izin dan mereka saling bertukar mainan. Kemudian, anak lain datang dan mengkonfirmasi kebenaran tentang apa yang terjadi, dan saya menunggu ibu untuk meminta maaf kepada anak itu atas tuduhannya padanya, tetapi dia mengatakan bahwa hal itu akan merusak citranya di mata anak itu dan bahwa ia sebenarnya sudah mengalami masalah pencurian. Saya ingin Anda membayangkan perasaan anak itu tentang ketidakadilan dan gambar buruk yang diciptakan tentang dirinya dan ibunya

Doa untuk anak

Ini adalah salah satu metode dasar dalam mendidik anak yang harus diikuti oleh semua orang tua karena memiliki pengaruh besar dalam memperbaiki perilaku anak-anak.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada umatnya: “Jangan mengutuk diri sendiri, jangan mengutuk anak-anakmu, jangan mengutuk pelayanmu, dan jangan mengutuk harta bendamu.”

Dan dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa, “Ya Allah, ajarkanlah dia kitab (Al-Qur’an).” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, salah satu dari 10 karakteristik penting bagi orang tua yang berhasil mendidik anak adalah selalu berdoa untuk anak-anak mereka dalam setiap situasi, baik yang kecil maupun besar.

Membeli mainan untuk anak-anak

Membeli mainan untuk anak-anak.

Contoh yang baik dalam hal ini adalah Nabi dengan istri Aisyah, yang membiarkannya bermain, bersenang-senang, dan membuat benda-benda kerajinan tangan.

Kebutuhan anak-anak untuk bermain sama pentingnya dengan kebutuhan mereka akan makanan dan minuman, karena melalui bermain mereka belajar tentang kehidupan dan mengembangkan berbagai keterampilan.

Bahkan, cucu Nabi Muhammad, Al-Husain, sangat senang bermain dengan anjing.

Oleh karena itu, penting untuk menyediakan mainan bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan mereka, terutama pada tahap awal kehidupan mereka.

Menghindari terlalu banyak menyalahkan dan mengomel

Menghindari terlalu banyak menyalahkan dan mengomel.

Nabi Muhammad SAW tidak pernah memarahi pelayan atau anak-anak, dan dia tidak pernah mengkritik tindakan mereka. Anas bin Malik, seorang pelayan, melayani Nabi selama sepuluh tahun berturut-turut, dan dia menggambarkan pembinaan Nabi sebagai berikut: “Saya melayani dia di rumah dan selama perjalanan, dan demi Allah, dia tidak pernah menanyakan mengapa saya melakukan sesuatu seperti itu, atau mengapa saya tidak melakukan sesuatu seperti itu.” (Muttafaqun ‘alaih)

Nabi juga memerintahkan kita untuk tidak mengungkapkan kekurangan anak dan membantu mereka memperbaiki perilaku dan tindakan mereka.

Oleh karena itu, salah satu prinsip dasar yang penting bagi siapa pun yang ingin belajar cara mendidik anak adalah menghindari menyalahkan dan mengkritik terlalu banyak, karena prinsip dasarnya adalah bahwa Anda adalah seorang pengasuh, bukan seorang hukuman atau hakim, tetapi Anda ada di sana untuk membantu anak dan itu adalah peran Anda.

Pendidikan anak

Pendidikan anak adalah hal yang sangat ditekankan dalam Islam karena memiliki dampak yang luar biasa pada masyarakat. Permintaan untuk belajar ilmu pengetahuan adalah suatu kewajiban dalam Islam.

Abu Darda berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang belajar ilmu di masa kecilnya seperti orang yang menulis pada batu, dan orang yang belajar ilmu di masa tua seperti orang yang menulis pada air.” (HR. At-Tabarani)

Semakin ilmu yang dipelajari anak terkait dengan agama dan Al-Quran, semakin bermanfaat bagi anak.

Jika Anda ingin mengajari anak Anda matematika atau sains, ajarkanlah melalui hubungannya dengan sumber segala sesuatu. Pada akhirnya, kita belajar ini karena akan membantu kita memahami alam semesta dan ciptaan dengan lebih baik dan menyadari kebesaran Sang Pencipta.

Sebagai contoh, dalam metode Montessori untuk anak-anak, anak belajar ilmu pengetahuan, matematika, geografi, dan lainnya dengan cara menghubungkan semua ilmu pengetahuan satu sama lain, yang pada akhirnya akan membawa anak kepada Allah karena dia akan menyadari bahwa segala sesuatu di sekitar kita adalah ciptaan Allah Azza wa Jalla

Kesehatan fisik anak

Islam sangat peduli dengan kesehatan fisik setiap Muslim melalui lebih dari satu cara

Pendidikan anak tentang olahraga, berenang, dan berkuda.
Mengadakan kompetisi olahraga untuk anak-anak.
Mendidik anak tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui menggunakan miswak.
Mendidik anak-anak untuk tidur dengan posisi memiringkan kepala ke kanan.
Melakukan rukyah pada anak secara kontinu.
Mendidik anak-anak untuk merawat kebersihan pribadi, termasuk memotong kuku dan rambut.
Mendidik dan melatih anak dalam beribadah.

Tidak berarti bahwa anak memahami pentingnya ibadah dan pahala orang beriman dan siksaan orang kafir, dia akan segera melakukan komitmen untuk beribadah.

Ibadah membutuhkan waktu, latihan, pengulangan, dan kesabaran.

Shalat saja membutuhkan tiga tahun agar anak mampu melaksanakannya dan berkomitmen untuk melakukannya.

Adalah kesalahan untuk membiarkan anak sampai dewasa dan kemudian memerintahkannya untuk beribadah. Sebaliknya, perintah itu diberikan secara bertahap melalui

Menjadi teladan bagi anak dengan melakukan ibadah

Membuat anak menyukai ibadah dengan melibatkannya dalam ibadah bersama pengasuh atau membawanya ke masjid.

Menanamkan keyakinan yang benar pada anak dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang kegaiban dan para nabi.

Menceritakan kisah-kisah agama kepada anak yang membuatnya mencintai agama, mengenal para nabi dan Al-Quran.

Memutar Al-Quran secara terus-menerus di rumah.

Mendorong anak untuk menghafal Al-Quran.

Memberikan anak kursus atau mendaftarkannya di masjid untuk mendapatkan pengasuh yang akan menanamkan nilai-nilai dan etika pada dirinya.

Menceritakan kisah para nabi dan sahabat yang sesuai dengan usia anak.

Tidak mengkritik atau menyalahkan anak jika dia melakukan kesalahan atau kurang dalam masa pelatihan, tetapi memberinya dorongan dan motivasi.

Menjelaskan ayat-ayat Al-Quran dan memahaminya agar anak belajar bahwa Al-Quran yang diturunkan oleh Allah mencakup segala hal yang berkaitan dengan kehidupan kita dan sebagai panduan bagi seluruh umat Muslim.

Kesimpulannya, Nabi Muhammad SAW tidak meninggalkan apapun yang berkaitan dengan pendidikan anak-anak kecuali memberikan contoh dan teladan yang harus kita ikuti

شارك

الوسوم

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top